Mendes : Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi pengurangan kesenjangan dan kemiskinan

Batu - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menghadiri acara wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Injil Indonesia, Kota Batu, Jawa Timur pada Sabtu (24/8).

Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengajak para wisudawan atau wisudawati untuk sama-sama membangun desa agar dapat membantu mempercepat pengurangan kemiskinan dan kesenjangan.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa dibarengi pengurangan kesenjangan dan kemiskinan itu akan menimbulkan gejolak sosial. Kesenjangan itu ada didesa-desa. oleh karena itu membangun desa menjadi hal yang penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Mengurangi kemiskinan didesa, itu menjadi modal utama yang penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan," katanya.

Dalam upaya mengurangi kesenjangan, pemerintah pusat sejak 2015 mulai mengucurkan dana desa. Pengucuran dana desa merupakan wujud komitmen Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Program dana desa tersebut untuk mengimplementasikan Nawa Cita yang ketiganya, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Komitmen Presiden diwujudkan melalui anggaran dana desa yang meningkat signifikan setiap tahunnya. Sehingga perkembangan desa dapat terwujud dengan baik mulai dari pinggiran (Desa)," katanya.

Alhasil, dalam empat tahun sejak Dana Desa disalurkan, hingga kini telah terbangun 191.600 kilometer jalan desa, 58.931 unit sarana irigasi, 1.140.378 meter jembatan, 4.175 unit embung desa, 8.983 pasar desa, serta 37.830 unit kegiatan BUMDesa, 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, dan 29.557.922 unit drainase.

Bahkan, lanjut Eko, berdasarkan data hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 oleh BPS telah tercatat jumlah Desa tertinggal mengalami penurunan sebesar 6.518 desa dari sebanyak 19.750 desa pada 2014 menjadi 13.232 desa pada tahun 2018. sedangkan untuk desa berkembang mengalami peningkatan sebesar 3.853 desa dari sebanyak 51.026 pada 2014 menjadi 54.879 desa pada 2018. Begitu juga dengan desa yang berstatus desa mandiri yang mengalami peningkatan dari 2.894 desa pada 2014 menjadi 5.559 desa pada 2018.
  
Menurunnya desa tertinggal dan meningkatnya desa berkembang dan mandiri telah menjadi keberhasilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang menargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 yakni mengentaskan 5.000 desa tertinggal dan meningkatkan 2.000 desa berkembang dan mandiri.

"Jadi, sangat penting peran tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan kita semua untuk mensosialisasikan program dana desa ini agar partisipasi masyarakat bisa lebih baik. Keberhasilan dana desa tersebut sangat tergantung dari partisipasi masyarakat," katanya.

Dalam acara wisuda ini, Eko Putro Sandjojo memberikan selamat kepada Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis yang dianugerahi gelar kehormatan doktor honoris causa dari Institut Injil Indonesia.

Selain Eko, turut hadir dalam acara wisuda ini diantaranya yakni Kepala BMKG, sejumlah anggota komisi V DPR RI, pejabat dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian Agama serta Walikota Batu beserta sejumlah pejabat dari unsur Muspida kota batu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here