Kemendesa PDTT akan mengembangkan 14 desa wisata yang yang tersebar di wilayah 3T.

Badung – Desa Kutuh yang terkenal dengan Pantai Pandawa menjadi tempat perhelatan rapat koordinasi pengembangan desa wisata untuk pulau kecil, terluar dan wilayah perbatasan di Indonesia yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi dalam sambutannya menyampaikan lokasi penyelenggaraan yang berada di desa Kutuh ini bukan tanpa alasan. Menurut Anwar, Desa Kutuh menjadi salah satu contoh terbaik dalam pengembangan desa wisata di Indonesia.

“Kelihatan sekali bagaimana yang namanya Kutuh ini bertransformasi dari sebuah kondisi yang mungkin orang tidak pernah mengenal, tetapi dengan begitu kreatif dan inovatifnya pak kades, luar biasa merubah kutuh, menjadi daerah yang sangat masyhur terutama dari aspek desa wisatanya”.

Anwar menambahkan bahwa desa wisata akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di desa.

"Lapangan pekerjaan tercipta, industri kereatifitas bisa dijual disini, aneka olahraga juga diciptakan," katanya.

Anwar berharap bahwa sinergi antara semua pihak dapat dibangun dan dipertahankan karena tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk adalah untuk membangun komitmen melalui kesepakatan antara Kementerian / Lembaga Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, BUMDesa, Kalangan Usaha Swasta dan Perbankan dalam mendukung pengembangan desa Wisata di 14 (empat belas) kabupaten Daerah Pulau Kecil dan Terluar serta Daerah Perbatasan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati turut menyampaikan bahwa meskipun daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, terdepan dan terluar pada umumnya memiliki berbagai keterbatasan baik dari sisi infrastruktur maupun ekonominya. Namun pada sisi lain, daerah tersebut menyimpan kekayaan potensi wisata, budaya serta keindahan alam yang sangat besar.

“Modal utama untuk menggerakkan ekonomi sudah ada di depan mata, hanya perlu dikelola dengan baik dan penuh dengan kreatifitas untuk menjadi maju dan mandiri” terang Aisyah.

Oleh karenanya, pihaknya secara kontinyu memberikan beragam fasilitasi untuk mengembangkan desa wisata yang terletak di daerah 3T.

"Kami telah memberikan fasiltasi berupa dermaga, kapal penyeberangan, pembangunan jalan, serta beragam pelatihan yang terkait dengan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia serta pengelolaan potensi laut,". Katanya.

Aisyah menambahkan bahwa sejak 2017 lalu, Kemendesa PDTT melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu telah dan akan mengembangkan 14 desa wisata yang yang tersebar di wilayah 3T.

Keempat belas desa wisata itu antara lain terletak di Pulau Balai Kab. Aceh Selatan; Pulau Siberut Kab. Kep Mentawai; Pulau Pisang Kab Pesisir Barat; Pulau Pantar Kab. Alor; Pulau Mules Kab Manggarai; Pulau Papan Kab. Tojo Una Una; Pulau Lingayan Kab. Toli Toli; Desa Wawobili Kab Konawe Kepulauan; Desa Pulau Bungin Kab Sumbawa; Desa Tulakadi Kab Belu; Pulau Rote Kab Rote Ndao; Pulau Sabu Kab Sabu Raijua; Desa Lorang Kab. Kepulauan Aru dan Pulau Pangalasiang Kab Donggala.

Untuk bisa mengembangkan seluruh desa wisata tersebut, kami juga turut menggandeng beberapa kementerian dan lembaga lain seperti Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kominfo, PT. Goers, Bank BRI, untuk bisa mensinergikan untuk mengembangan desa wisata di wilayah 3T.

"Ini membutuhkan sinergi bersama untuk saling melengkapi baik dari infrastruktur fisik, keuangan maupun sosialnya,"tegas Aisyah.

Ia juga menyampaikan bahwa para peserta akan diajak melihat bagaimana pengelolaan desa wisata kutuh dijalakankan untuk kemudian dapat dijadikan permodelan bagi daerah-daerah 3T yang akan mengembangkan desa wisatanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here