Bukti Sukses, Prukades Mampu Serap 100 Juta Angkatan Kerja

 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang tengah digalakkan saat ini akan mampu menyerap hingga 100 juta angkatan kerja di desa dalam tujuh tahun ke depan. Tentunya hal tersebut juga harus dibarengi dengan keseriusan kepala daerah dalam menerapkan program tersebut.

“Saya punya mimpi, sekarang Indonesia punya 138 juta angkatan kerja, diperkirakan tujuh tahun ke depan angkatan kerja kita meningkat menjadi 200 juta angkatan kerja. 100 juta angkatan kerja di antaranya ada di desa. Kalau semua daerah menjalankan Prukades, kalau angkatan kerja punya income (pendapatan) masing-masing Rp2 Juta saja per bulan, berarti desa akan punya income  Rp200 Triliun per bulan,” ujarnya saat mengizi ceramah pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke 57 Tahun 2018 Lemhanas RI di Gedung Pancagatra Lemhanas RI, Jakarta, Kamis (17/5).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta dari TNI AD, AL, AU, Polri, Kementerian, LPNK, Kejagung, Legislatif, Ormas, Parpol, negara sahabat tersebut ia mengatakan, income Rp200 Triliun per bulan tersebut akan memberikan efek daya beli di desa hingga lima kali lipat, yakni Rp1000 Triliun per bulan.

“Satu tahun (daya beli desa) Rp12000 Triliun. Potensi desa sangat besar,” ujarnya.

Menteri Eko menegaskan bahwa program Prukades sangat dibutuhkan desa agar desa fokus memproduksi satu produk tertentu. Dengan begitu, desa memiliki skala produksi tinggi sehingga memungkinkan masuknya sarana pasca panen.

“Desa di Indonesia banyak yang maish tertinggal dan sangat tertinggal karena tidak fokus, sehingga tidak punya skala yang besar. Sehingga tidak memungkinkan dibangun sarana pasca panen. Akibatnya tidak punya pasar sehingga  harga jual tidak terjamin. Karena pasarnya tidak terjamin, petani masuk menjadi golongan berisiko sehingga susah mendapat pinjaman dari bank,” terangnya.

Dengan model Prukades tersebut, ia meminta kepala daerah untuk mengajukan minimal tiga produk unggulan yang akan dikembangkan melalui program Prukades, yang nantinya akan dibantu oleh 19 kementerian/ lembaga terkait. Selain itu, pemerintah juga akan membantu memberikan akses terhadap perusahaan swasta dan bank.

“Sudah banyak kabupaten yang berhasil menjalankan program ini. Tidak harus di bidang pertanian, daerah punya produk unggulannya masing-masing,” ujarnya.

Ia mencontohkan, salah satu kabupaten yang sukses menjalankan program tersebut adalah Kabupaten Pandeglang yang memilih fokus menanam jagung. Tahap awal, kabupaten Pandeglang melakukan program Prukades dengan menanam jagung di 50.000 hektare lahan. Tahun ini, Kabupaten Pandeglang akan memproduksi sebanyak 500 ribu ton jagung.

“Dengan 500 ribu ton jagung, dengan harga rata-rata Rp3 ribu, Pandeglang akan mendapatkan income tambahan Rp1,5 Triliun,” ujarnya.

Program Prukades tersebut merupakan salah satu dari empat program unggulan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di samping embung desa, Badan Usaha Milik Desa, dan Sarana Olahraga Desa.