Membangun Desa Dimulai dengan Data

Sesuai   dengan nawacita  ketiga pemerintah jokowi, "membangun Indonesia dari pingiran  dengan memperkuat daerah dan desa desa dalam kerangkla negara kesatuan" dan  amanat UU Nomor 6 Tahun 2014,

Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Begitu luasnya wilayah Indonesia tentu saja memiliki beragam kondisi wilayah, penduduk, ketersediaan infrastruktur, dan aneka potensi di dalamnya. kesemua itu masuk dalam ruang lingkup Kementerian Desa PDTT,

Guna mengetahui ragam informasi tersebut, diperlukan pendataan khusus hingga sampai tingkat desa agar data yang diperoleh komprehensif dan menyeluruh. Pendataan Potensi Desa (PODES) yang dilaksanakan oleh BPS menjadi jawaban pemenuhan sumber data tersebut.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama, Sekretariat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan "Kemendes PDTT pada tahun 2018 ini akan mengadakan survey bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengetahui dampak dari Pelaksanaan Dana Desa 2015-2017".

Lebih lanjut, Bonivasius yang menjado narasumber dalam acara pelatihan instruktur nasional ini menambahkan bahwa pemanfaatan data potensi desa (Podes) menjadi sangat penting untuk pembangunan desa yang kini sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah.

Sasaran PODES  tahun 2018- 2019 adalah , gerakan pembangunan desa ditujukan untuk mendukung pelaksanaan UU Desa dan mengawal pencapaian target-target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019. dengan sasaran:

meningkatkan/mengentaskan/mengurangi

  • Desa tertinggal menjadi 5000 desa atau desa mandiri menjadi 2000 desa
  • 80 kabupaten daerah tertinggal
  • Ketahanan pangan di  57  kabupaten  daerah rawan pangan
  • kenektifitas, sarpras  dan kesra  di 187 lokasi prioritas  di 41 kabupaten perbatasan
  • Konektifitas, sarpras  dan kesra di 29 kabupaten  yang memiliki pulau terluar

Kegiatan PODES dilaksanakan tiga kali dalam sepuluh tahun, yaitu setiap 2 tahun menjelang sensus: Sensus Penduduk (SP), Sensus Pertanian (ST), dan Sensus Ekonomi (SE). Pada tahun 2018 kembali akan dilaksanakan pendataan PODES.

Implementasi kebijakan dan program pembangunan nasional dan daerah perlu didukung oleh ketersediaan data dan informasi berbasis wilayah untuk melengkapi data sektoral lainnya yang telah ada,

Hingga saat ini, data hasil pendataan Potensi Desa (Podes) merupakan satu-satunya sumber data tematik berbasis wilayah yang mampu menggambarkan potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah ditingkat desa, kecamatan, dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Data Podes ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan misalnya, identifikasi tipologi wilayah, perkotaan-perdesaan, pesisir-nonpesisir, tertinggal-nontertinggal, dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan terhadap data dan informasi kewilayahan hingga wilayah terkecil dirasakan semakin beragam dan mendesak untuk dapat dipenuhi.

Sebagai satu-satunya basis data kewilayahan sampai tingkat desa, PODES 2018 diharapkan mampu menjadi ujung tombak pembangunan desa/kelurahan yang dapat diandalkan di seluruh Indonesia. Mari kita sukseskan PODES 2018, dengan data berkualitas dari desa kita membangun Indonesia!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here