Program Penanganan Stunting di Desa Sudah Tersebar di 100 Kabupaten

Masalah kemiskinan di pedesaan menjadi penyebab timbulnya stunting pada bayi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan membuat ukuran tubuh anak terlalu pendek dibandingkan teman-teman seusianya.

Oleh karena itu, , dalam menangani masalah ini, Kemendes PPDT (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi) membagi prioritas pelaksanaan kegiatan di 1.000 desa menjadi tiga bagian.

Ketiga kriteria ini mengikuti data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 Kementerian Kesehatan dan Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2013 Badan Pusat Statistik

Dengan menggunakan indikator-indikator tersebut dihasilkan urutan Kabupaten prioritas penanganan stunting.

Dari 100 Kabupaten/Kota sasaran program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), hampir seluruh provinsi mendapatkan penanganan ini.

Program ini ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan menciptakan kegiatan yang berdampak pada peningkatan pendapatan (income generating avtivities) tanpa sepenuhnya menggantikan pekerjaan yang lama.

Kemudian, pemerintah juga menyediakan lapangan kerja sementara. Tak lupa, mekanisme dalam penentuan upah dan pembagian upah dibangun secara partisipatif dalam musyawarah desa. Tentu saja sesuai dengan rencana kerja yang disusun sendiri  oleh desa, sesuai dengan kebutuhan lokal.

Selanjutnya, program ini difokuskan pada pembangunan prasarana dan sarana pedesaan atau pendayagunaan sumber daya alam (SDA) secara lestari berbasis pemberdayaan masyarakat

Dampaknya salaam tiga tahun terakhir, program ini berhasil menurunkan kemiskinan di desa sebesar 4,5%. Lebih tinggi dibanding penurunan angka kemiskinan di kota yang baru saja 4%.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here