Penanganan Kemiskinan di Desa Lebih Cepat Ketimbang Kota

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan “Angka kemiskinan di desa turun 4,5%. Meski kemiskinan di desa masih tinggi, tetapi penanganan kemiskinan lebih cepat ketimbang kota. Selain itu, dalam waktu tiga tahun ini, dana desa menurunkan stunting (kekurangan gizi) hampir 10%, yakni dari 37% turun menjadi 27%,”

Eko mengatakan, desa mulai melakukan improvisasi terkait penggunaan dana. Total dana desa, kata dia, selama tiga tahun telah menciptakan jalan desa sepanjang 120 ribu kilometer (km), 1.990 km jembatan, puluhan ribu PAUD, posyandu, tanah longsor, drainase, dan infrastruktur lainnya. "Kuncinya semua itu di pengawasan. Itu akan efektif kalau masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada penyelewengan, laporkan ke pihak berwajib kita akan ditindak tegas," ucapnya.

Penggunaan dana desa akan efektif kalau masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada penyelewengan, laporkan ke pihak berwajib, maka akan ditindak tegas,” kata dia.

Menteri lebih jauh mengatakan, dalam tiga tahun terakhir pencapaian dana desa cukup menggembirakan. Dari dana desa dapat membangun 120.000 kilometer jalan desa, 1.900 km jembatan, serta puluhan ribu PAUD, Polindes, Posyandu, MCK, talud, drainase, dll.

Untuk tingkat penyerapan anggaran dana desa pun terus meningkat setiap tahun. Tahun 2015, dari anggaran Rp20,68 triliun hanya terserap 82 persen. Tahun 2016, dari anggaran Rp 46,98 triliun, meningkat penyerapannya menjadi 97 persen. Pada 2017 dengan anggaran Rp 60 triliun, penyerapannya mencapai 99 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here